Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran.

Tuanku Yang Dahulu dalam pandanganku yang baharu

Orang Beriman adalah Yang Mengenal Allah (para arif)

 

Siapa itu Allah ?

Benarkah kita telah mengenal Nya ?

Banyak orang yang mengaku telah mengenal Allah, dan mungkin kita termasuk di dalam kategori orang yang mengaku-aku  ini.
Namun, benarkah kita telah mengenal Nya sebenar-benar kenal ?
Mari kita lihat beberapa ciri yang disebutkan oleh Imam Ali tentang orang yang telah mengenal Allah.

  1. Orang yang telah mengenal Allah itu wajahnya berseri-seri dan penuh senyum, namun hatinya dipenuhi ketakutan dan kesedihan (Ghurarul Hikam  hadis no 1985)
  2. Rindu (ingin bertemu dengan Allah), adalah salah satu ciri orang yang telah mengenal (arif) Nya. (Ghurarul Hikam  hadis no 855)
  3. Takut (kepada Allah) adalah pakaian mereka (Ghurarul Hikam  hadis no 664)
  4. Menangis karena takut dari menjauh dari Allah adalah ibadah mereka (Ghurarul Hikam  hadis no 1791).

Nah, bagaimana ? (more…)

Advertisements

Secangkir Kopi dari Tuhan

Ada seorang anak kecil yang menurut penduduk di desa tempat tinggalnya begitu baik, pintar dll. Okelah pokok nya. Anak tersebut sangat dekat dengan sang penguasa wilayah tersebut. Ya benar,  Sang Maha Raja.

Entah apa yang membuat anak tersebut begitu special di mata Sang Penguasa itu.

Setiap hari dan kapanpun anak itu ingin berjumpa dengan sang raja atau sekedar berkunjung dan melihat-lihat taman istana ia dapat melakukannya.Dan tak ada satu pun pengawal kerajaan yang berani menghalanginya.

Suatu hari, Sang Maha Raja memerintahkan seorang tangan kanan nya untuk mengantarkan secangkir kopi kepada anak tersebut. Dengan penuh rasa heran utusan tersebut bertanya, ” Wahai paduka raja, mengapa engkau mengirimkan kopi yang begitu enak ini dan hanya tumbuh di pekarangan istana ini untuk anak tersebut ?”

(more…)


Belajar Membaca

Suatu ketika aku pernah bertanya kepada ayahku.
“Bagaimana aku bisa mengenal Allah ?”
Ia menjawab,”semuanya telah dengan jelas dipaparkan dalam kalimah pertama wahyu”.
aku yang masih dalam kebingungan bertanya lagi, “hah ?Yang mana ?”.
Dengan sedikita bercanda ia balik bertanya,” gak pernah baca al-qur’an ya ?”.
“ya pernah lah pa”, jawabku rada-rada kesal.
“lha trus, kalau memang pernah kok malah ngga tau ?”. Jawaban yang serasa memojokkan.
“udah lah pa, jelasin aja”, pintaku penuh ketidak sabaran.

“ayat pertama wahyu adalah bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Tapi disitu tidak disebutkan apa yang disuruh baca, benar ngga ?”
“iya, benar”, jawabku.
“salah, disitu jelas-jelas disebutkan apa yang harus dibaca”,si bapak melanjutkan.
“kan ada kata-kata Yang menciptakan, artinya kita disuruh baca ciptaan-ciptaan Nya. Itulah salah satu cara agar kamu mengenal Allah. Ini namanya mengenal Yang Satu melalui yang banyak”.
“Lalu pada kalimah kedua, secara lebih spesifik dijelaskan lagi menciptakan manusia dari segumpal darah. Jika kalimah pertama dan kedua dijelaskan, maka untuk mengenal Sang pencipta kita harus terlebih dahulu membaca sang ciptaan“.
Lalu si bapak diam sejenak dan memperhatikan kerutan-kerutan di muka ku yang menandakan bahwa aku sedang berpikir keras.
Lantas si bapak bertanya,”bagaimana ?Mengerti ?”.
“iya, ngerti. Jika ingin mengenal Allah, maka harus mengenal manusia. Tapi gimana caranya “,tanyaku menuntut penjelasan.

“Balik lagi ke kalimah pertama bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Jelas ?”.
“ngga ngerti”, jawabku masih kebingungan.
Lalu si bapak bertanya, “siapa nama Tuhanmu ?”.
“Allah “, jawabku.
“Allah itu nama Tuhan atau Tuhannya ?”,si bapak bertanya lagi. (more…)


Kisahku Bermula Dari Suatu Ketika

Siapakah aku ?
aku adalah seorang pembantu yang sedikit sekali mengerti akan arti abdi.
Lho katanya seorang pembantu, tapi kok ngga ngerti arti abdi ? Tapi memang begitulah kenyataannya.
aku memiliki Tuan. Tuanku itu adalah raja. Ia raja yang sangat baik, ia sangat sayang kepadaku, Ia juga sangat mengasihi aku.
Namun aku tetap tak dapat melihat seluruh kasih dan sayang Nya, mungkin karena itulah aku belum bisa menjadi abdi yang baik.

Kisahku bermula saat Ia (sang Tuan) mengangkat kakekku dari kegelapan dan membawanya ke dalam istana Nya.

Jauh sebelum itu kami hanyalah secuil kotoran hitam, layaknya debu yang ditiup angin kesana-kemari.
Hingga Ia (sang Tuan) menyuruh para pembantu Nya untuk memungut kakek ku dari dasar kegelapan dan membawa kesisi Nya dan Ia ingin menjadikan kami sebagai pewaris kekuasaan atas para pembantu sekaligus menjadi duta-duta dari kerajaan Nya.
Akan tetapi, para pembantu Nya memiliki dugaan buruk terhadap kakek. Mereka menduga kakek akan membuat kerusakan di dalam Kerajaan Nya yang agung.
Lalu apakah hal itu lantas membatalkan niatNya ?
Tidak !! Ia malah membela kakek dan berkata bahwa Ia memiliki sebuah rencana yang hanya tak diberitahukan kepada siapapun diantara mereka.

Baca Selengkapnya