Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran.

Untitled

Kawan, maafkan aku jika mungkin kalian ada yang berfikir bahwa aku menyuratkan tulisan-tulisan di halaman ini agar aku terlihat hebat, lebih baik, terlihat lebih berilmu atau apapun itu.

Tidak kawan, itu tidak benar. Saya menulis di sini semata-mata hanya ingin menyampaikan apa yang saya ketahui, apa yang telah diamanahkan kepada saya. Awalnya saya juga tidak punya keinginan untuk menulis dan menyebarkan hal-hal itu, namun karena berbagai nasehat untuk menyampaikan apa yang saya dapatkan kepada orang lain maka saya memberanikan diri untuk mulai bercerita.

Sekali lagi kawan, tidak ada niat untuk membanggakan diri. Apa yang harus dibanggakan, ibarat dalam jalur air saya hanyalah sebuah keran. Tugas saya hanya menyatakan air, sedang air itu sendiri bukan milik saya dan bukan bersumber dari saya bahkan bukan saya yang mengatur perjalanannya. Mungkin saja mata air itu suatu saat berhenti mengalir ke arah saya, dan saya tak lagi dapat menyatakan apa-apa. Lalu mengapa saya harus berbangga.

Saya hanya ingin apabila yang saya ketahui ini adalah kebenaran, maka manisnya kebenaran itu dapat kita kecapi sama-sama. Namun apabila itu adalah kubangan hitam, saya mohon maaf dan campakkanlah saya disini. Jangan buka lagi keran ini.

Sekali lagi kawan, saya mohon maaf. Semoga nanti kita dapat bersama-sama berjumpa dengan Sang Kekasih kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s