Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran.

Kisahku Bermula Dari Suatu Ketika

Siapakah aku ?
aku adalah seorang pembantu yang sedikit sekali mengerti akan arti abdi.
Lho katanya seorang pembantu, tapi kok ngga ngerti arti abdi ? Tapi memang begitulah kenyataannya.
aku memiliki Tuan. Tuanku itu adalah raja. Ia raja yang sangat baik, ia sangat sayang kepadaku, Ia juga sangat mengasihi aku.
Namun aku tetap tak dapat melihat seluruh kasih dan sayang Nya, mungkin karena itulah aku belum bisa menjadi abdi yang baik.

Kisahku bermula saat Ia (sang Tuan) mengangkat kakekku dari kegelapan dan membawanya ke dalam istana Nya.

Jauh sebelum itu kami hanyalah secuil kotoran hitam, layaknya debu yang ditiup angin kesana-kemari.
Hingga Ia (sang Tuan) menyuruh para pembantu Nya untuk memungut kakek ku dari dasar kegelapan dan membawa kesisi Nya dan Ia ingin menjadikan kami sebagai pewaris kekuasaan atas para pembantu sekaligus menjadi duta-duta dari kerajaan Nya.
Akan tetapi, para pembantu Nya memiliki dugaan buruk terhadap kakek. Mereka menduga kakek akan membuat kerusakan di dalam Kerajaan Nya yang agung.
Lalu apakah hal itu lantas membatalkan niatNya ?
Tidak !! Ia malah membela kakek dan berkata bahwa Ia memiliki sebuah rencana yang hanya tak diberitahukan kepada siapapun diantara mereka.


Akhirnya kakek dibawa ke istanaNya oleh utusan yang paling galak diantara pembantu-pembantuNya.
Saat itu kakek masih belum mengetahui untuk apa ia berada di sana, ia belum mengetahui bahwa disanalah dirinya yang baru akan Dibentuk.
Dirinya yang begitu berbeda dengan keadaannya. Dirinya yang penuh dengan kesadaran dan pemahaman yang tak terbayangkan.
kakek begitu berbeda, sehingga membuat para pembantuNya yang lalu lalang selalu menatap dan memperhatikannya.
Bahkan diantara mereka ada yang berkata,”kita lebih baik darinya, mengapa kita harus mematuhinya”.
Tanpa mereka tahu kakek mendengar perkataan mereka. Ia merasa benar-benar sedih.
“Apakah aku dibawa ke istana ini hanya untuk dihina ?”, begitu ia membatin.
Mengikuti nalurinya ia mengadukan kejadian tersebut kepada Tuan. Tanpa ia sadari, itulah awal perjalanan yang sangat panjang baginya dan keturunan-keturunannya.

Sang Raja mengajarkan ilmu-ilmu dan pengetahuan Nya kepada kakek, memberinya sebuah alat komunikasi langsung hanya antara kakek dan Tuan.
Kakek belajar banyak hal dariNya. Dan ia juga mulai menyadari bahwa kebaikan dan keindahan raja tidak dapat diungkapkan.
Lalu Ia bertanya,”apakah kau abdiKu ?”.
Dengan penuh keyakinan kakek menjawab,”Benar wahai Tuan, sampai kapanpun “.
Ia mengulangi kembali pertanyaan tersebut untuk kedua kalinya dan kakek pun menjawab dengan jawaban yang sama.
Kemudian kakek diperintahkan untuk pergi ke tempat para pembantu-pembantuNya sedang berkumpul.
Ia menurut saja, dan ketikatepat berada di hadapan mereka, dari balik kebesaranNya Ia berseru,”sekarang kalian harus menghormati abdiKu ini”.
Namun ada satu pembantu bernama ajaz yang tidak mau hormat kepada kakekku.
Dia berkata,”wahai Tuan, aku lebih baik darinya. Aku jauh lebih lama mengabdi kepadaMu, mengapa sekarang dia yang anak pungutan menjadi atasanku ?”.
Sama sekali tidak disanka bahwa pertanyaan ajaz tersebut membuat Tuan benar-benar marah dan Ia pun mengusir ajaz dari istana.
Namun ajaz tetap tidak menerima hal tersebut. Kemudian terjadilah perdebatan panjang diantara mereka.

Setelah perdebatan panjang itu usai, beliau beristirahat dalam sebuah taman di istana tersebut. Namun entah kenapa saat itu ia benar-benar merasa kesepian.
Tuanku benar-benar pengertian, Ia mengetahui bahwa kakek sedang kesepian dan kemudian Ia menikahkan kakek dengan seorang pengabdiNya juga.

Di tengah kegembiraan yang dialaminya, ajaz datang dan berkata ,”tahukah kau mengapa kalian dilarang mendekati pohon besar tersebut ?Itu karena Tuan tidak ingin kalian menjadi seperti Nya, menjadi setara dengan Nya. Dia tidak ingin berkongsi kerajaan ini dengan kalian. Percayalah padaku, aku takkan menipumu”.
Disitulah awal mula hal buruk yang dilakukannya. Ia mengikuti saran dari ajaz yang jelas-jelas telah memusuhinya sejak awal.
Kenapa bisa demikian ?Kenapa ia mengikuti saran orang yang telah memusuhinya ?
Kini aku sadar, itu karena ego dan nafsu untuk menguasai istana dan kerajaan Sang raja. Dalam sekejap dengan mudahnya ia melupakan segala kebaikan yang telah Diberikan Sang raja kepadanya. Dalam sekejap ia telah kembali ke dalam kegelapan, ya kegelapan nafsu.

Ketika kakek telah menyentuh pohon itu, maka menyerulah Sang raja dari tempat yang terasa sangat jauh, ” mengapa kau tak menjaga amanahku ?Kau lebih mempercayai musuhmu daripada Aku yang telah membawamu dari ketiadaan ?Apakah kau ragu kepada Ku ?”.
Saat itu ia benar-benar merasa menyesal dan merasa benar-benar bodoh. Di tengah kepanikan Sang raja kembali berseru, “Kalau begitu sekarang juga tinggalkan istana ini !!Karena ini bukanlah tempat untuk ego dan nafsu, ini adalah tempat untuk abdi-abdi Ku !!!”.

Bodoh dan terhina, itulah perasaannya pada saat itu.
Saat ia telah sangat jauh dari Sang raja, ia teringat bahwa ada sebuah alat komunikasi yang Diberikan Tuan agar dapat berkomunikasi langsung dengan Nya.
Kakek pun menggunakan alat tersebut. Setelah sekian lama Ia tidak menjawab panggilannya, akhirnya Ia berkata ” tenanglah, ini adalah pertanyaan terakhir dariKu. Aku telah dua kali bertanya kepadamu tentang pengabdianmu kepadaKu dan kau mengiyakan. Nah, ini adalah pertanyaan yang sama namun harus kau jawab dengan cara yang berbeda. Jawablah seperti kau menjawab sebelumnya dan kau akan benar-benar menjadi abdiKu, menjadi pimpinan dari para pembantu-pembantuKu, menjadi duta dari kerajaan Ku”.
“Baik Tuan, hamba mengerti”,jawab kakek.
“Tuan, saia ingin bertanya. Mengapa hamba harus memiliki musuh yang setiap saat siap menjahatiku ?”, tanya kakek kepadaNya.
“Ketahuilah wahai abdi ku, agar kerlip bintang-bintang terlihat indah maka harus ada langit hitam. Semakin kelam langit itu, akan semakin teranglah kelihatan cahaya bintang-bintang Ku”, Sang raja Yang bijaksana menjelaskan.
“Lalu bagaimana caranya hamba dapat menemui Mu, untuk sekedar menatap cahaya dari mataku, untuk melepas kerinduan di hati hamba ?”.
“Akan Aku ajarkan kau membuat sebuah kendaraan yang cepatnya melebihi cahaya, jalannya lebih banyak dari buih di lautan, perjalanannya lebih melenakan daripada kelezatan apapun, dan kau akan sampai kembali di sini dan dapat menemui Ku kapanpun. Hanya kau dan Aku”, janjiNya.
“Lalu bagaimana caranya hamba dapat menempuh perjalanan yang jalannya saja sebanyak itu ?Hamba takut tersesat wahai Yang mulia”, kakekku merengek.
“Tenanglah, melalui alat ini Aku akan memberi petunjuk langsung kepadamu dan kau takkan tersesat”, jawab Sang raja menanam keyakinan.
“Hamba mengerti Tuan, Engkau memang bijaksana “, penuh keyakinan kuucapkan kata-kata itu.

Nah, itulah sekelumit cerita tentang kakek ku. Kakek ku adalah seorang abdi yang benar-benar patuh meski pernah berbuat kesalahan, dan diakui atau tidak aku adalah keturunannya.
Tapi pertanyaannya bukan “keturunan siapakah aku ini”, melainkan “aku ini siapa”. Itu pertanyaannya.

Pertanyaan inilah yang membawa aku, kakek ku dan mungkin kita semua menemui jawaban yang tidak mudah. Menemui jawaban sebenarnya dari pertanyaan para pembantu Nya “mengapa kita harus menghormatinya”, rencana apa yang sebenarnya Dimiliki oleh Sang raja, mengapa sesuatu yang berasal dari kegelapan dapat menjadi duta dari kerajaan Nya yang begitu mulia, dan hal apa yang diketahui oleh kakek ku dan keturunan-keturunannya sebelum aku sehingga membawa mereka begitu dekat dan dapat menjadi duta yang begitu baik.

Cerita inilah yang akan kuceritakan, perjalan panjang yang bermula dari pertanyaan SIAPAKAH AKU, UNTUK APA AKU ADA DISINI, dan kembali lagi ke SIAPAKAH AKU.
Lho, kok “siapakah aku” nya ada dua ?
Nanti akan kita pahami bersama di tulisan-tulisan berikutnya.

semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s